Minggu, 28 September 2014

Kota Samarinda @KotaSamarinda

Senin, 15 September 2014

,

Warga Tanggapi Positif Fly Over Air Hitam

Kota Samarinda  


FLY over atau lazimnya disebut jalan layang merupakan hal baru di kota Samarinda. Tak sedikit warga yang belum tahu bahwa di Samarinda akan dibangun sebuah jalan layang untuk memecah kemacetan yang kerap mengular di Simpang Empat Air Hitam.

Oleh karena itu, pada tahun anggaran 2014 ini pemerintah telah menetapkan rencana pembangunan fly over Air Hitam sehingga arus lalu lintas dapat lebih lancar serta.

Walikota Samarinda Syaharie Jaang menyampaikan kawasan Air Hitam memang langganan macet setiap pagi dan sore hari. Karena itu, solusi yang ditawarkan adalah membangun fly over agar titik macet dapat berkurang.

“Pemkot Samarinda terus bergerak. Ide-ide pengembangan infrastruktur terus dilakukan supaya mempermudah akses lalu lintas. Kenyamanan dan keselamatan lalu lintas terjaga. Sekaligus hemat energy karena dengan terurainya simpul macet pada titik simpang empat Air Hitam, tentu dengan jarak tempuh yang sama, konsumsi energi berupa BBM akan berkurang,” jelasnya.

Berbagai tanggapan positif dari kalangan masyarakat pun mengalir, terutama warga yang dalam aktivitas hariannya melewati kawasan Air Hitam. Seperti yang disampaikan salah satu warga Kota Samarinda Junaid Purwanto yang mengharapkan selesainya fly over ini akan membuat arus lalu lintas lebih lancar.

“Semoga tidak molor jangka waktu penyelesaiannya” ucapnya.

Hal yang sama diaminkan Astri Paramita Sosang yang mengatakan masyarakat kota Samarinda perlu solusi alternative kemacetan di Samarinda yang semakin parah. Terlebih jumlah kendaraan yang semakin bertambah setiap harinya. Karena itu, fly over akan menjadi solusi yang baik.

Jaang berharap masyarakat dapat mendukung pembangunan fly over pertama di Samarinda ini. Kedepan rencana pembangunan fly over akan tetap dilakukan pada titik rawan macet lainnya.

“Sekarang kita fokus pelebaran jalan dilakukan lebih awal agar tidak menambah kemacetan saat pekerjaan berlangsung. Setelah pelebaran selesai, barulah dilakukan pemancangan tiang, dan tahap selanjutnya. Karena itu, dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat kita harapkan agar fly over Air Hitam dapat terselesaikan tepat pada waktunya,” pungkas Wali Kota.

smbr:samarindakota.go.id

@KotaSamarinda
,

Wali Kota Lantik 133 Kepsek

Kota Samarinda  






SAMARINDA--Demi menciptakan terobosan baru kearah yang lebih baik dalam bidang pendidikan, Walikota Samarinda H Syaharie Jaang merasa perlu mengadakan pelantikan dan pengukuhan kepada 133  Kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda terdiri dari 50 Kepala Sekolah SD, 83 Kepala sekolah SMP, SMA dan SMK   di rumah jabatan Wali Kota, Selasa (09/09).

Terbosan ini penting, mengingat, banyaknya keluhan masyarakat dengan pelayanan yang diberikan sekolah, antara lain beban pendidikan yang berat, serta  banyaknya pungutan padahal sudah digratiskan. Hal ini menjadi tantangan yang harus dijawab bersama.  

“Mutasi maupun promosi merupakan hal wajar di lingkungan Pemkot Samarinda, jangan anggap itu sebagai hukuman, tetapi  sebagai tugas tambahan, kepada kepala sekolah yang diambil sumpahnya atau dilantik diharapkan mampu  memahami tugas, fungsi, tanggung jawab  terhadap tugas yang diemban, disiplin juga  memiliki kedudukan penting dalam keberhasilan kerja,” ungkap Jaang.

Ditegaskannya, masyarakat sekarang begitu kritis, jadi jangan sampai masyarakat sudah protes barulah akan membenahi sistem. “Diharapkan saling kerjasama dalam bidang pendidikan. Tidak mungkin saya bisa tahu apa yang terjadi dalam lingkungan sekolah tanpa informasi dan bantuan dari pihak dalam,” tambahnya.

Jaang berpesan kepada kepala sekolah yang dilantik agar memperhatikan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, percepatan pertanggungjawaban dana BOSDA dan BOSNAS, karena kalau terlambat akan menghambat proses pencairan triwulan berikutnya. “Mengimplementasikan dan menyampaikan kepada guru tentang proaktif tentang melengkapi syarat, juga dapat mengerti tentang keterlambatan pencairan dana sertifikasi, tahun ini SK terbit dai Jakarta 2 tahap, untuk SK dan dana tahap 2 saat ini belum diterima. Tidak melakukan jual beli buku dan Lembar Kerja Siswa (LKS), begitu juga dengan pungutan liar jika ada yang sangat prioritas harus seijin Wali Kota melalui Disdik Kota,” pungkasnya.

 smbr:samarindakota.go.id
@KotaSamarinda

Kota Samarinda NEWS

Diberdayakan oleh Blogger.